You are currently viewing TERNYATA SEMAKIN BANYAK MAKAN KURMA, ARAB TURUN ANGKA COVID-19. INI BUKTINYA!!

TERNYATA SEMAKIN BANYAK MAKAN KURMA, ARAB TURUN ANGKA COVID-19. INI BUKTINYA!!

Belum ada penemuan obat yang pasti bisa menyembuhkan pasien SARS-CoV-2. Sedangkan pengembangan vaksin masih terus-menerus dikembangkan namun membutuhkan jangka waktu yang lama dikarenakan antigen virus ini masih terus berevolusi, seperti varian Delta.

                Cara lainnya yakni meningkatkan imunitas tubuh dengan konsumsi bernutrisi, salah satunya kurma. Ada pula obat-obatan seperti Remdesivir dan dexamethasone, namun konsumsi obat-obatan tersebut mengandung efek samping pada tubuh manusia. Oleh karena itu, hanya konsumsi kurma dan herbal thibbunnabawi menjadi alternatif untuk pencegahan.

                Sampai sekarang, tidak ada laporan orang yang mengalami malnutrisi akibat mengonsumsi kurma. Selain itu, buah ini tidak mengandung efek samping serta mengandung zat gula serta nutrisi yang bagus dikala lapar.

                Masyarakat Arab Saudi sebagai sumber kurma serta tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menjadi tokoh kunci di dunia islam menjadi contohnya. Beberapa peneliti sedang meneliti tentang dampak konsumsi kurma terhadap penurunan jumlah kasus positif covid-19.

Suasana Pasar Kurma di Arab Saudi

                Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kurma oleh masyarakat Indonesia lebih rendah dibandingkan masyarakat saudi. Berbeda dengan Saudi yang berpenduduk 93% Muslim, Indonesia terdiri dari berbagai macam agam dan kesukuan, sehingga tidak semua masyarakat mengkonsumsi buah yang notabene bernuansa islam ini.

                Data menunjukkan bahwa jumlah kasus positif corona di Saudi menurun lebih banyak daripada Indonesia. Tingkat konsumsi kurma per kapita di Saudi mencapai urutan ke-2 negara konsumsi kurma terbesar setelah Oman, mencapai 28-30 kg / kapita. Sedangkan tingkat konsumsi kurma Indonesia hanya mencapai 0,07 kg / kapita pada tahun 2017.  Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah kurma yang dikonsumsi maka semakin sedikit penambahan kasus COVID setiap harinya.

                Jadi, Fakta atau Mitos? Fakta bahwa semakin tinggi jumlah kurma yang dikonsumsi maka semakin sedikit penambahan kasus COVID-19. Oleh karena itu, penulis mengajak untuk rutin mengonsumsi kurma setiap hari agar imunitas tubuh semakin fit dan sehat.

Data : news.unair.ac.id

http://www.sysrevpharm.org//index.php?iid=2020-11-8.000&&jid=196&lng=