You are currently viewing 12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.PSI

12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.PSI

Buah hati merupakan amanah atau titipan dari Allah SWT Yg harus dijaga dan dididik dengan benar sesuai syariat serta sesuai pedoman HAM Yg dimiliki oleh setiap individu dari sejak ia dilahirkan hingga akhir usia  . Mendidik buah hati tercinta menjadi satu kewajiban dan tanggung jawab bagi kedua orang tua di dunia hingga di akhirat kelak, oleh karenanya yuk sama sama kita belajar menjadi orang tua yg mendidik buah hati dengan tepat dan penuh kasih sayang..

Elly Risman Musa, beliau adalah seorang psikolog dalam bidang parenting dan pendidikan anak . Beliau menyebutkan 12 gaya popular pengasuhan yg sering dilakukan orang tua kepada anak sebagai Parenthogenic .

Secara bahasa, Parenthogenic adalah penyakit orang tua . Dimana kata  ‘penyakit’ ini juga diartikan sebagai kesalahan yang sering dilakukan orangtua dalam mendidik anak .

Nah untuk ayah dan bunda , pasti tidak ingin berada dalam lingkup Parenthogenic ini kan ? Lalu apa saja sih teknik mendidik yg disebut sebagai Parenthogenic itu ?

Simak informasi selengkapnya di bawah ini yaa..

  1. MENYALAHKAN ANAK

Kerap kali orang tua menyalahkan anak karena sesuatu yg orang tua larang malah seringkali tidak didengar oleh mereka, ketika sesuatu yg tidak menyenangkan terjadi pada anak, orang tua enggan untuk membantu malah berkata kasar dan yg lainnya .

Contoh (X) :

“ Kan sudah ibu bilang jangan lari lari nanti vas bunga nya tersenggol dan pecah, sekarang rasakan akibatnya jarimu jadi terluka kan, sudah jangan overacting deh.. “

Contoh () :

“ Sini nak ibu bantu, mana yg terluka.. lain kali dengar kata ibu ya nak “

  • MEMERINTAH

Perilaku senang memerintah  memang sering terjadi dalam dunia pengasuhan anak, hal tsb tentu tidaklah tepat , janganlah menjadi orang tua yg memiliki prinsip bahwa orang tua selalu benar dan maha kuasa atas segala nya .

Contoh (X) :

“ Kamu ini gk paham paham ya, sudah dibilang sepulang sekolah sepatu taruh di rak yg sudah ada kok gk pernah dengerin orang tua “

Contoh () :

“ Nak.. spatunya sudah ditaruh atas rak belum ? Masya allah seneng deh anak bunda nurut, sini bunda buatkan milo ice kesukaanmu “

  • MEMBANDINGKAN

Terkadang saat orang tua ingin memotivasi anak agar menjadi anak yg rajin dan pintar ,orang tua tak segan membandingkan prestasi yg telah dicapai anak dengan anak lain seusianya , padahal dengan cara tersebut anak akan merasa semakin minder dan pesimis .

Contoh (X) :

“ Lihat itu budi tiap malam selalu belajar, makanya selalu dapat peringkat kelas, boro boro kamu dapat peringkat kelas, nilaimu saja selalu merah “

Contoh () :

“Sayang , mau tidak setiap malam bunda temani belajar ? ibu akan bantu menjelaskan soal soal latihan yg sulit, supaya besok saat sekolah adik bisa lebih mudah menjawab pertanyaan dari ibu guru  “

  • MEREMEHKAN

Ayah dan bunda yuk mulai belajar untuk menghargai inisiatif anak, saat ia berkenan untuk membantu jangan segan untuk menerima bantuannya , jika caranya masih salah maka berikan ia penjelasan yg baik bagaimana  tata cara yg benar saat melakukan sesuatu .

Contoh (X) :

“Duh kamu ini bikin makin rusuh , bantuin menyiram tanaman saja enggak bisa , sini biar ibu urus sendiri saja “

Contoh () :

“adik mau bantu ini menyiram tanaman ? sini ibu ajari caranya ya.. air nya sedikit saja supaya tanaman nya tidak mati.. “

  • MELABEL

Tahukah ayah bunda ? bahwa kata kata orang tua baik yg disengaja maupun tidak , akan membawa dampak bagi anak hingga ia dewasa, apalagi jika kata kata yg dilontarkan bertujuan untuk melabel anak dengan sebutan yg kurang  baik .

Contoh (X) :

“Kamu ini pemalas ya, kayak kebo sukanya bangun siang “

Contoh () :

“Dik , besok bangun pagi yuk sholat shubuh berjama’ah.. adik tahu tidak pahala dan keutamaan sholat shubuh sangat besar loh, salah satunya bisa membuat adik makin cerdas , pasti mau tahu  kann keutamaan yg lainnya ? “

  • MENASEHATI

Saat akan menasehati anak  gunakanlah kalimat yang spesifik pada perilaku yang kurang tepat dan fokus memperbaiki . Jangan membuat anak merasa terpojok bahkan ketakutan atas perbuatan yg telah ia lakukan , tentu hal tersebut akan membawa dampak yg negative terhadap psikis nya .

Contoh (X) :

“Pulang malam terus aja ya kamu, gk inget besok sekolah ? kalau telat bangun, baru tau rasa kamu ya “

Contoh () :

“Kak, besok main sama teman teman nya satu jam saja ya, setelah itu bunda tunggu kakak pulang,kan sisa waktunya jadi bisa digunakan untuk belajar dan mengerjakan pr “

Masya allah belum usai pemabahasan kita mengenai “12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.Psi”, Mau lanjut untuk belajar bersama pusatkurma.com ?

Simak informasi nya dalam 12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.Psi ( PART II ) “ Yaa..

Semoga Bermanfaat..

Tinggalkan Balasan