You are currently viewing 12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.PSI (PART 2)

12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.PSI (PART 2)

Hai ayah & bunda, bertemu lagi bersama pusatkurma.com dalam pembahasan parenting yg begitu bermanfaat bagi kita semua , yaitu :

“12 GAYA POPULAR PENGASUHAN PARENTHOGENIC ORANG TUA TERHADAP ANAK MENURUT ELLY RISMAN MUSA S.Psi  ( PART II )”

Pola pengasuhan yg benar tentu akan membuat hubungan kekeluargaan antara orang tua dengan buah hati semakin erat, cita cita memiliki buah hati yg berbakti serta ber akhlakul mulia juga akan semakin mudah untuk diwujudkan .

Tak perlu berlama lama lagi, yuk sama sama kita simak informasi selengkapnya di bawah ini ..

  1. MEMBOHONGI

Saat anak menangis ketika meminta dibelikan sesuatu hindari untuk memberikan janji yg memiliki unsur kebohongan di dalamnya, gunakanlah kalimat penjelasan yg penuh kelembutan, jujur dan proporsional dalam berkomunikasi dengan anak .

Kebohongan tidak akan menyelesaikan masalah, namun akan menanamkan mindset tidak adanya kepercayaan antara orang tua dan anak yg bisa berlanjut hingga ia dewasa .

Contoh (X) :

“Hii jangan beli eskrim disitu ada hantunya , besok pagi aja ya  “ ( padahal lg tidak ada uang ) dan besok paginya pun tidak jadi beli .

Contoh () :

“sabar ya sayang, tunggu ayah pulang dulu ya.. kalau ayah pulang bawa rezeki nanti langsung dibelikan ice cream yg adik suka, yuk sekarang tunggu ayah dulu sambil berdoa kepada allah, supaya allah kasih rezeki yg luas untuk ayah.. “

  • MENGANCAM

Mengancam bukanlah hal yg tepat untuk membuat anak jera atau mau mendengarkan orang tua , malah sebaliknya . yuk ayah bunda ganti kata kata mengancam dengan kalimat yg lebih baik .

Contoh (X) :

“Loh kok main hape terus, 5 menit lagi itu hape gk ditaruh , ibu pukul jemarimu “

Contoh () :

“Dik.. jika ingin main game izin ayah atau bunda dulu ya.. janji ? . jika adik melanggar , maka akan terima konsekuensi nya yaa..“

  • MENGHIBUR

Kasus menghibur ini hamper mirip dengan kasus membohongi anak ya, jadi ayah dan bunda harus berhati hati ketika memberikan penjelasan yg mengandung janji kepada anak untuk menghibur hatinya , pastikan cara menghibur dilakukan dengan kalimat yg baik dan tidak mengandung kesalah pahaman satu sama lain .

Contoh (X) :

“ Adikk gimana sihh, es  krim kecil gitu aja gk bisa bawa, jadi jatoh kan,mubazirr uang aja “

Contoh () :

“Lain kali hati hati ya sayang, kita makan ice cream nya sama sama ya.. berbagi sama bunda“

  • MENGKRITIK

Seringkali usia dijadikan acuan tentang banyaknya pengetahuan juga banyaknya pengalaman, Namun pada hakikatnya adalah Siapa yang lebih banyak mendapatkan informasi dan mengikuti banyak kegiatan, maka dialah yang lebih banyak tahu dan berpengalaman .

Janganlah merasa menjadi orang tua yang paling tahu, paling hebat, paling alim. Dengarkanlah setiap masukan yang datang dari anak kita .

Contoh (X) :

“ Ngapain sih buka usaha kayak gitu ? emang bisa maju ? bapak ini udah banyak pengalaman daripada kamu “

“ Ngapain sih les diluar ? belajar dirumah juga bisa, daripada menghabiskan uang “

Contoh () :

“kakak mau pilih usaha itu ? alasannya apa kak.. kita bisa kok sharing bersama, siapa tahu nanti ada solusi yg lebih baik  “

  • MENYINDIR

Saat anak berusaha melakukan kebaikan , maka wajib bagi ayah dan bunda untuk menghargainya . hal tersebut mampu meningkatkan semangat anak untuk berbuat yg lebih baik lagi ke depan nya .

Contoh (X) :

“ Tumben belajar , biasanya juga lebih mementingkan nonton sepak bola “

Contoh () :

“Wahh lagi belajar apa kak ? semangat yaa.. kalau butuh bantuan ,jangan segan untuk Tanya ayah atau bunda ya ..“

  • MENGANALISA

Saat orang tua ingin anak menginstropeksi diri , terkadang justru mengeluarkan kalimat menjudge anak hingga membuatnya sedih dan kehilangan semangat , lalu bagaimana kah cara yg tepat menghadapi hal tersebut ?

Contoh (X) :

“ Coba saja kamu les privat pasti bisa dapat peringkat 5 besar tahun ini , kamu sih gk belajar sungguh sungguh “

Contoh () :

“kak, coba kita telusuri lagi kenapa nilai bahasa iggris kakak merah bulan ini, apa ada kesulitan saat belajar di sekolah ? “

Elly Risman Musa juga menganjurkan agar setiap orang tua mengubah sikap dan cara berpikirnya dalam memberikan pendidikan pada anak karena karakter setiap anak banyak ditentukan oleh perlakuan yang diterapkan dalam keluarga nya .

Yuk ayah bunda jangan patah semangat dalam mencontohkan kbiasaan yg baik, membangun dan menjadikan buah hati sebagai buah hati yg Cerdas dan memiliki karakter yg baik dan mulia .

Semoga Bermanfaat..

Tinggalkan Balasan